Senin, 04 Mei 2015

Analisis jurnal 1




Analisis jurnal 1


Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi
Melalui Metode Diskusi Panel dalam
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
(Penelitian Tindakan Kelas)


Penulis: Herman Joseph Siswandi
Latar belakang
Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SD, guru sering menemukan kesulitan membelajarkan siswa agar mampu berbicara untuk mengemukakan pendapat atau bertanya. Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut melalui tindakan kelas di kelas 6A SD Tarakanita 2 Jakarta dengan metode diskusi panel. Setelah melakukan lima kali putaran kegiatan dengan penyempurnaan pada setiap putaran, penelitian ini membuktikan bahwa diskusi panel dapat meningkatkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan dan saran-saran. Disarankan agar guru menerapkan metode diskusi panel dalam mengatasi masalah kemampuan siswa berkomunikasi.

Permasalahan

Permasalahan dirumuskan sebagai berikut:
“Bagaimana meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui penerapan metode diskusi panel dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 A SD Tarakanita 2 Jakarta?


Tujuan penelitian

Bertolak dari rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, penelitian tindakan dilakukan dengan tujuan untuk :
1. Mencari metode pembelajaran yang tepat untuk mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan aktivitas keterampilan berkomunikasi.
2. Mengujicobakan metode diskusi panel dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa.
3. Melatih siswa untuk terampil berkomunikasi dan tanggap menghadapi persoalan di sekelilingnya.

Metode penelitian

Jenis Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan adalah Model Kemmis dan Mc Taggart (model siklus). Model ini terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu:  Rencana - Tindakan - Observasi – dan Refleksi. Rencana: Rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau mengubah perilaku dan sikap sebagai solusi, meliputi:
1. Observasi awal
2. Menyusun Rencana Pembelajaran (RP)
3. Menyusun Instrumen Observasi
4. Menentukan Jadwal Pelaksanaan
Tindakan:
Guru atau peneliti melakukan upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran di kelas, peningkatan atau perubahan yang diinginkan diantaranya:
1. Mempersiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakan tindakan.
2. Mempersiapkan siswa untuk segera melaksanakan kegiatan.
3. Melaksanakan kegiatan / tindakan sesuai rencana pembelajaran.
4. Melakukan pengelolaan dan pengendalian.
Observasi:
Mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa dengan instrumen sebagai berikut:
1. Lembar Observasi
2. Catatan peneliti.
Refleksi:
Peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan serta menyusun rencana tindakan selanjutnya jika masih diperlukan. Dengan langkah ini terjadilah suatu siklus rencana – tindakan – observasi – refleksi – dan seterusnya, sehingga tujuan yang diharapkan tercapai. Dari keseluruhan data yang telah dianalisis selanjutnya dibuat kesimpulan mengenai hasil akhir dari penelitian tindakan kelas ini.

Hasil penelitian
Hasil penelitian tindakan kelas ini disusun
berdasarkan hasil pengamatan, catatan kejadian selama diadakannya kegiatan diskusi panel dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dan beberapa komentar tanggapan dari para rekan pengamat dari guru sejawat. Adapun mengenai hasil pengamatan tidak hanya dilaksanakan oleh guru peneliti tetapi juga dilakukan oleh beberapa siswa yang dianggap mampu. Dengan demikian para siswa juga dilatih untuk kritis dan tahu bagaimana cara menyampaikan kritik dan saran kepada teman-temannya sendiri.


Kerangka Kegiatan Diskusi Panel
1. Pembukaan
Siswa yang berperan sebagai moderator (pimpinan diskusi) membuka diskusi dengan membacakan topik diskusi serta tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan diskusi panel ini. Kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan para perserta dan membacakan tata tertib diskusi.
2. Penyampaian Gagasan
Moderator memberikan kesempatan kepada masing-masing panelis untuk membacakan / menyampaikan gagasan, pendapat yang telah dipersiapkannya. Setiap panelis (pembicara) yang telah ditunjuk memiliki waktu lima sampai sepuluh menit untuk membacakan / menyampaikan gagasan, pendapat, atau pengalamannya.
Diskusi Bebas,Setelah semua panelis menyelesaikan pembicaraan, moderator mengatur jalannya diskusi antar panelis. Panelis yang satu akan menanggapi atau menanyakan butir butir tertentu berkaitan dengan gagasan, pendapat, atau pengalaman panelis lain. Sementara itu panelis lain akan menjawab, menerangkan, atau mempertahankan pendapatnya.
3. Partisipasi Pendengar. Moderator memberi kesempatan kepada para
peserta (siswa yang berperan sebagai. memancing siswa untuk berani berbicara.Pada tahap akhir, moderator merangkum hasil diskusi. Sekolah favorit adalah sekolah yang memiliki sarana prasarana lengkap, tersedia laboratorium MIPA dan komputer, lapangan olah raga, perpustakaan, kantin bersih, guru profesional, lokasi bebas banjir, dan tidak disepakati kemacetan lalu lintas di sekitar sekolah.
4. Observasi
a. Moderator masih tampak ragu dalam membuka pertemuan. Ekspresi wajah, volume suara, vokal, dan intonasi masih belum maksimal. Setelah kegiatan berlangsung, moderator akhirnya dapat menguasai keadaan
b. Panelis tampak bersemangat dalam menyampaikan gagasan dan beberapa mendapat respon dari peserta diskusi, ada yang sangat yakin dan penuh percaya diri dan ada yang masih tampak kurang siap.
c. Materi pembahasan terlalu singkat; dan
d. 17 siswa dari 35 siswa dalam kelas yang bertindak sebagai partisipasi pendengar (berarti 50%) sudah aktif memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan dan sanggahan (50%), selain moderator dan 6 panelis (total 42 siswa dalam kelas)
5. Refleksi
a. 18 siswa yang belum aktif dalam kegiatan diskusi ini berarti mereka baru sebatas menjadi penonton saja.
b. Berdasarkan data lembar observasi, 17 siswa yang sudah aktif berbicara secara kualitatif dapat dinilai sebagai berikut.
1) 23,17% baik ( volume suara, vokal/lafal, intonasi baik dan jelas)
2) 65,85% sedang ( salah satu dari ketiga unsur di atas kurang baik)
3) 10,98% kurang ( tiga unsur di atas masih belum maksimal)
4) untuk pelaksanaan putaran berikutnya, perlu dicari upaya agar siswa yang aktif berbicara lebih banyak lagi, maka diupayakan topik diskusi yang lebih ringan dan menarik bagi siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar