Analisis
jurnal 1
Melalui Metode Diskusi Panel dalam
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah
Dasar
(Penelitian Tindakan Kelas)
Penulis: Herman
Joseph Siswandi
Latar
belakang
Dalam mata
pelajaran bahasa Indonesia di SD, guru sering menemukan kesulitan membelajarkan
siswa agar mampu berbicara untuk mengemukakan pendapat atau bertanya.
Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut melalui tindakan kelas di
kelas 6A SD Tarakanita 2 Jakarta dengan metode diskusi panel. Setelah melakukan
lima kali putaran kegiatan dengan penyempurnaan pada setiap putaran, penelitian
ini membuktikan bahwa diskusi panel dapat meningkatkan keberanian dan keterampilan
siswa dalam menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan dan saran-saran. Disarankan
agar guru menerapkan metode diskusi panel dalam mengatasi masalah kemampuan siswa
berkomunikasi.
Permasalahan
Permasalahan
dirumuskan sebagai berikut:
“Bagaimana
meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui penerapan metode diskusi panel
dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 A SD Tarakanita 2 Jakarta?
Tujuan penelitian
Bertolak dari
rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, penelitian tindakan dilakukan dengan
tujuan untuk :
1. Mencari
metode pembelajaran yang tepat untuk mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas
sehingga dapat meningkatkan aktivitas keterampilan berkomunikasi.
2.
Mengujicobakan metode diskusi panel dalam pembelajaran di kelas untuk
meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa.
3. Melatih
siswa untuk terampil berkomunikasi dan tanggap menghadapi persoalan di sekelilingnya.
Metode penelitian
Jenis
Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan adalah Model Kemmis dan Mc Taggart (model
siklus). Model ini terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu: Rencana - Tindakan - Observasi – dan Refleksi.
Rencana: Rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan
atau mengubah perilaku dan sikap sebagai solusi, meliputi:
1. Observasi
awal
2. Menyusun
Rencana Pembelajaran (RP)
3. Menyusun
Instrumen Observasi
4. Menentukan
Jadwal Pelaksanaan
Tindakan:
Guru atau
peneliti melakukan upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran di kelas, peningkatan
atau perubahan yang diinginkan diantaranya:
1.
Mempersiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakan tindakan.
2.
Mempersiapkan siswa untuk segera melaksanakan kegiatan.
3. Melaksanakan
kegiatan / tindakan sesuai rencana pembelajaran.
4. Melakukan
pengelolaan dan pengendalian.
Observasi:
Mengamati atas
hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa
dengan instrumen sebagai berikut:
1. Lembar
Observasi
2. Catatan
peneliti.
Refleksi:
Peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan
atas hasil atau dampak dari tindakan serta menyusun rencana tindakan selanjutnya
jika masih diperlukan. Dengan langkah ini terjadilah suatu siklus rencana –
tindakan – observasi – refleksi – dan seterusnya, sehingga tujuan yang diharapkan
tercapai. Dari keseluruhan data yang telah dianalisis selanjutnya
dibuat kesimpulan mengenai hasil akhir dari penelitian tindakan kelas ini.
Hasil penelitian
Hasil
penelitian tindakan kelas ini disusun
berdasarkan
hasil pengamatan, catatan kejadian selama diadakannya kegiatan diskusi panel dalam
proses pembelajaran Bahasa Indonesia dan beberapa komentar tanggapan dari para rekan
pengamat dari guru sejawat. Adapun mengenai hasil pengamatan tidak hanya dilaksanakan
oleh guru peneliti tetapi juga dilakukan oleh beberapa siswa yang dianggap mampu.
Dengan demikian para siswa juga dilatih untuk kritis dan tahu bagaimana cara menyampaikan
kritik dan saran kepada teman-temannya sendiri.
Kerangka
Kegiatan Diskusi Panel
1. Pembukaan
Siswa yang
berperan sebagai moderator (pimpinan diskusi) membuka diskusi dengan membacakan
topik diskusi serta tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan diskusi panel ini. Kemudian
dilanjutkan dengan memperkenalkan para perserta dan membacakan tata tertib diskusi.
2. Penyampaian
Gagasan
Moderator
memberikan kesempatan kepada masing-masing panelis untuk membacakan / menyampaikan
gagasan, pendapat yang telah dipersiapkannya. Setiap panelis (pembicara) yang
telah ditunjuk memiliki waktu lima sampai sepuluh menit untuk membacakan / menyampaikan
gagasan, pendapat, atau pengalamannya.
Diskusi Bebas,Setelah
semua panelis menyelesaikan pembicaraan, moderator mengatur jalannya diskusi
antar panelis. Panelis yang satu akan menanggapi atau menanyakan butir butir tertentu
berkaitan dengan gagasan, pendapat, atau pengalaman panelis lain. Sementara itu
panelis lain akan menjawab, menerangkan, atau mempertahankan pendapatnya.
3. Partisipasi
Pendengar. Moderator memberi kesempatan kepada para
peserta (siswa yang berperan sebagai. memancing
siswa untuk berani berbicara.Pada tahap akhir, moderator merangkum hasil
diskusi. Sekolah favorit adalah sekolah yang memiliki sarana prasarana lengkap,
tersedia laboratorium MIPA dan komputer, lapangan olah raga, perpustakaan, kantin
bersih, guru profesional, lokasi bebas banjir, dan tidak disepakati kemacetan
lalu lintas di sekitar sekolah.
4. Observasi
a. Moderator
masih tampak ragu dalam membuka pertemuan. Ekspresi wajah, volume suara, vokal,
dan intonasi masih belum maksimal. Setelah kegiatan berlangsung, moderator akhirnya
dapat menguasai keadaan
b. Panelis
tampak bersemangat dalam menyampaikan gagasan dan beberapa mendapat respon dari
peserta diskusi, ada yang sangat yakin dan penuh percaya diri dan ada yang masih
tampak kurang siap.
c. Materi
pembahasan terlalu singkat; dan
d. 17 siswa
dari 35 siswa dalam kelas yang bertindak sebagai partisipasi pendengar (berarti
50%) sudah aktif memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan dan sanggahan
(50%), selain moderator dan 6 panelis (total 42 siswa dalam kelas)
5. Refleksi
a. 18 siswa
yang belum aktif dalam kegiatan diskusi ini berarti mereka baru sebatas menjadi
penonton saja.
b. Berdasarkan
data lembar observasi, 17 siswa yang sudah aktif berbicara secara kualitatif dapat
dinilai sebagai berikut.
1) 23,17% baik
( volume suara, vokal/lafal, intonasi baik dan jelas)
2) 65,85%
sedang ( salah satu dari ketiga unsur di atas kurang baik)
3) 10,98%
kurang ( tiga unsur di atas masih belum maksimal)
4) untuk
pelaksanaan putaran berikutnya, perlu dicari upaya agar siswa yang aktif
berbicara lebih banyak lagi, maka diupayakan topik diskusi yang lebih ringan dan
menarik bagi siswa.
sumber: jurnal ini diambil dari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar